Di kisahkan pada jaman Yunani kuno ada seorang yang mempunyai ketampanan yang luar biasa yang bernama "Narsius". bila seorang wanita melihat dirinya maka wanita tersebut akan lupa terhadap dirinya. Dan Bila seorang pria menatapnya maka iapun akan iri dan terkagum kagum akan ketampanan Narsius. Pada suatu hari Narsius berjalan dikeramaian pasar dan dia berhenti di toko penjual kaca. Tampaknya Narsius sedang memandangi dan mengagumi dirinya sendiri dicermin toko tersebut. ia sampai-sampai berkata "betapa cinta pada dirinya sendiri"...
Selama itu narsius memandangi keindahan dirinya sendiri ternyata banyak orang dipasar yang memandangi dirinya dari wanita, pria,orangtua sampai anak-anak menikmati ketampanan narsius dan orang - orang tersebut berkata pada dirinya sendiri "Andai aku seprti Narisius dan beruntung sekali sang kaca tersebut yang dapat memandangi Narsius setiap hari dengan sangat dekat. setelah Narsius pergi dari toko tersebut ada seorang wanita menghampiri dan berkata pada kaca tersebut " beruntung sekali kau kaca kau dapat mengagumi Narsius dengan dekat". Dan tiba-tiba Kaca tersebut menjawab perkataan wanita tadi" Apanya yang beruntung aku sendiri sedang mengagumi diriku sendiri mana sempat aku melihat narsius yang tampan kata kebanyakan orang"
dari cerita diatas bisa ditarik kesimpulan bahwasanya Narsius ini mengendap didalam setiap jiwa dan pikiran orang. Yang mencintai diri sendiri tanpa melihat orang lain bahkan perkembangan sifat narsis pada zaman sekarang ini begitu dahsyatnya ketika sifat dan sikap narsis ini telah mengakar didalam diri yang dalam kenyataanya dirinya tidak sempurna maka narsis ini berpindah kepada orang yang kita kagumi. ketika orang kita kagumi tauladani tidak sesuai dengan yang kita inginkan maka kitapun langsung membenci mencaci maki orang kita kagumi dan tauladani. contohnya seperti kondisi Aa gym sekarang.
Dan hebatnya lagi aliran narsis ini secara tidak sadar telah turun temurun dengan mudah diwariskan kesetiap orang. seorang bapak keanaknya, seorang penguji sidang ke pesertanya seorang pejabat ke bawahannya dan seorang pemimpin bangsa kerakyatnya. semuanya sudah mendarah daging. Ketika seorang diatas dia akan menularkan narsis kepada bawahanya tanpa berpikir bawahanya tidak sanggup menerima tugas tersebut bahkan tidak mengerti sama sekali "pokoknya saya tidak mau tau", "Pokoknya kamu tidak lulus itu urusan kamu", "Kamu harus nurut sama saya kalau tidak ???". yup kata - kata ini terus diwariskan tanpa sadar karena kata-kata sangat berguna bagi diri pribadi baik untuk menumpuk kekayaan, mengunakan kepuasan kekuasaannya, atau merasa dirinya lebih hebat dari orang lain tanpa tau perasaan orang lain yang sudah tersinggung bahkan tersakiti benarkan.
